Temuan Arkeologis dari Kaum Tsamud
Dari berbagai kaum yang disebutkan dalam Al Quran, Tsamud ada-lah kaum yang saat ini telah banyak diketahui keberadaannya. Sumber-sumber sejarah mengungkapkan bahwa sekelompok orang yang disebut dengan kaum Tsamud benar-benar pernah ada.
Penduduk Al Hijr yang disebutkan dalam Al Quran diperkirakan adalah orang-orang yang sama dengan kaum Tsamud. Nama lain dari Tsamud adalah Ashab Al Hijr (Penduduk Al Hijr). Jadi kata ?Tsamud? merupakan nama kaum, sementara kota Al Hijr adalah salah satu dari beberapa kota yang dibangun oleh kaum tersebut.
Ahli geografi Yunani, Pliny sepakat dengan ini. Pliny menulis bahwa Domatha dan Hegra adalah lokasi tempat kaum Tsamud berada, dan kota Al Hegra inilah yang menjadi kota Al Hijr saat ini.
Jumat, 16 September 2011
Kamis, 15 September 2011
Nabi Shalih dan Kaum Tsamud
Nabi Shalih dan Kaum Tsamud
(ditulis oleh:Al-Ustadz Abu Muhammad Harits)
Bangsa Tsamud dapat dikatakan sebagai bangsa ‘Aad yang kedua. Mereka tinggal di daerah Hijr (sekitar 300 km utara Madinah arah Jordania) dan sekitarnya. Bangsa ini memiliki peternakan dan pertanian yang demikian berlimpah. Kenikmatan demi kenikmatan datang silih berganti. Mereka mampu mengubah bumi yang datar menjadi istana yang mempunyai hiasan begitu indah. Juga gunung-gunung cadas menjulang mereka ubah menjadi gedung-gedung yang indah. Namun mereka tidak mengakui bahwa semua nikmat itu berasal dari Allah l. Mereka mengingkari itu semua. Yang lebih parah lagi, mereka melakukan peribadatan kepada selain Allah l.
Allah l kemudian mengutus kepada bangsa Tsamud, saudara mereka yang berasal dari kabilah mereka sendiri, yakni Nabi Shalih q. Mereka telah mengenal silsilah keturunan dan kedudukan Nabi Shalih q, juga keutamaan, kemuliaan, kejujuran, serta sikap amanahnya.
(ditulis oleh:Al-Ustadz Abu Muhammad Harits)
Bangsa Tsamud dapat dikatakan sebagai bangsa ‘Aad yang kedua. Mereka tinggal di daerah Hijr (sekitar 300 km utara Madinah arah Jordania) dan sekitarnya. Bangsa ini memiliki peternakan dan pertanian yang demikian berlimpah. Kenikmatan demi kenikmatan datang silih berganti. Mereka mampu mengubah bumi yang datar menjadi istana yang mempunyai hiasan begitu indah. Juga gunung-gunung cadas menjulang mereka ubah menjadi gedung-gedung yang indah. Namun mereka tidak mengakui bahwa semua nikmat itu berasal dari Allah l. Mereka mengingkari itu semua. Yang lebih parah lagi, mereka melakukan peribadatan kepada selain Allah l.
Allah l kemudian mengutus kepada bangsa Tsamud, saudara mereka yang berasal dari kabilah mereka sendiri, yakni Nabi Shalih q. Mereka telah mengenal silsilah keturunan dan kedudukan Nabi Shalih q, juga keutamaan, kemuliaan, kejujuran, serta sikap amanahnya.
Selasa, 13 September 2011
Madain Saleh: Sisa Kehancuran Kaum Tsamud
Dalam Alquran banyak sekali dijelaskan tentang kehancuran bangsa-bangsa (kaum) yang tidak mau beriman kepada Allah SWT. Di antaranya, bangsa ‘Ad (umat Nabi Hud), kaum Tsamud (umat Nabi Saleh), bangsa Madyan (umat Nabi Syu’aib), kaum Nabi Ibrahim, serta kaum Nabi Nuh.
Seperti umat lainnya, umat Nabi Saleh, yaitu kaum Tsamud, juga dihancurkan karena mereka tidak mau beriman kepada Allah SWT dan tidak mengakui Saleh sebagai seorang Nabi. Mereka dihancurkan oleh Allah SWT dengan petir yang menggelegar sehingga meruntuhkan bangunan tempat tinggal mereka.
”Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di tempat tinggal mereka, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tshamud.” (QS Hud ayat 67-68).
Sebelum mereka dihancurkan dengan suara petir yang menggelegar, bangsa Tsamud ini diperintahkan untuk menyembah Allah dan mengikuti ajakan Nabi Saleh. Namun, mereka enggan melakukannya. Bahkan, ajakan itu justru dianggap menghina kaum Tsamud. Lalu, ketika diuji dengan diberikan seekor unta betina, mereka pun membunuhnya. Kemudian, Nabi Saleh memperingatkan umatnya. Cerita ini terdapat dalam surah Hud ayat 61-62 dan 65-68, Ibrahim ayat 9, Al-A’raf ayat 75-77, An-Naml ayat 47-50, Al-Qamar ayat 23-26, dan Asy-Syu’araa’ 141-158.
Karena sikap sombong dan angkuh itu, mereka pun harus menerima akibat dan dihancurkan oleh Allah SWT sebagaimana telah dilakukan pada kaum ‘Ad, umatnya Nabi Hud.
Situs Peninggalan Kaum Tsamud (Bagian 1)
Mada'en Shaleh, Situs Peninggalan Kaum Tsamud (Bagian 1)
Situs Peninggalan Kaum Tsamud (Bagian 2-Habis)
Mada'en Shaleh, Situs Peninggalan Kaum Tsamud (Bagian 2-Habis)
http://esq-news.com/perjalanan/2010/10/04/madaen-shaleh-situs-peninggalan-kaum-tsamud-bagian-2-habis.htmlOleh: Noordin Hidayat
Qasr al-Bint
Demi matahari dan sinarnya di pagi hari...
Demi bulan apabila ia mengiringi...
Demi siang apabila ia menampakkan diri...
Demi malam apabila ia menutupi. ..
Demi langit dan seluruh binaanNya...
Demi yang ada di permukaannya...
Demi jiwa dan penyempurnaannya…
Demi bulan apabila ia mengiringi...
Demi siang apabila ia menampakkan diri...
Demi malam apabila ia menutupi. ..
Demi langit dan seluruh binaanNya...
Demi yang ada di permukaannya...
Demi jiwa dan penyempurnaannya…
Seolah-olah tengah berada di kerumunan kaum Tsamud, di depan sorotan kamera video Sony, cuplikan ayat Al-Qur’an surat As-Syams itu dikumandangkan Ary Ginanjar di sela-sela bebatuan hamparan padang Mada’en Shaleh di penghujung Ramadhan lalu. Langit mulai menunjukkan warna merah jingga. Matahari pun mulai surut, tinggal separuh. Sun set di Mada’ en Shaleh.
Peninggalan Kaum Tsamud 3000 Tahun yang Lalu
| Peninggalan Kaum Tsamud 3000 Tahun yang Lalu |
Berikut adalah peninggalan sejarah kaum Tsamud yang pernah hidup di arab saudi 3000 tahun silam, dimana mereka yang sudah mendahului kita gan, coba agan lihat desing dimasa itu lebih canggih di bandingkan sekarang ini atau di jaman yang modern ini gan, yuk lihat-lihat gan... dikutip dari berbagai media! |
Kaum Nabi Sholeh Yang Dilenyapkan Dari Peradaban
MEngunjungi Peninggalan Kaum Tsamud, Kaum Nabi Sholeh Yang Dilenyapkan Dari Peradaban
Inilah sebahagian tapak-tapak binaan (132 chambers & tombs) tinggalan kaum Tsamud di Madain Salleh (lebih kurang 400km utara Madinah, Arab Saudi). Pada zaman itu, Allah swt utuskan Nabi Salleh a.s untuk dakwah kaum Tsamud kepada Tauhid tetapi mereka engkar dan mendapat balasan seksa (bala) dari Allah swt. (Era 200 BC – AD 200)Peninggalan Kaum Tsamud
Peninggalan Kaum Tsamud
Mada’en Shaleh: Situs Peninggalan Kaum Tsamud
(Catatan Perjalanan ESQ Leadership)
Perjalanan ke sana hanya bisa ditempuh lewat darat, kurang lebih 3,5 jam dari Madinah melalui highway ke arah kota Tabuk. Warga Saudi menyebut lokasi tersebut dengan sebutan Mantheqa Ahjar (wilayah bebatuan). Maklum, seluruh penjuru daerah Al-Ula’ (nama kota wilayah Mada’en Shaleh sekarang) dikelilingi oleh gunung-gunung batu alami nan eksotis.
Mengunjungi Peninggalan Arsitektur Kaum Tsamud yang Menakjubkan
Gunung-gunung batu tersebut dibentuk kaum Tsamud menjadi istana, rumah, dan kuburan para petinggi kaum. Pahatan ukiran dan ornamennya sangat halus, indah dan menakjubkan.
Wilayah kekuasaan kaum Tsamud membentang hingga ke wilayah Petra (Yordania). Bedanya, Petra sudah dijadikan komoditi parawisata inti Yordania selain Laut Mati.
Sedangkan Mada’en Shaleh masih menjadi perdebatan antara kepentingan dinas pariwisata Saudi yang mulai mengangkat Mada’en Shaleh sebagai komoditi pariwisata, dengan para ulama yang berpendapat bahwa tempat tersebut adalah situs peninggalan “kaum terlaknat,” sehingga umat Islam diharamkan untuk menziarahinya.

Wilayah kekuasaan kaum Tsamud membentang hingga ke wilayah Petra (Yordania). Bedanya, Petra sudah dijadikan komoditi parawisata inti Yordania selain Laut Mati.
Sedangkan Mada’en Shaleh masih menjadi perdebatan antara kepentingan dinas pariwisata Saudi yang mulai mengangkat Mada’en Shaleh sebagai komoditi pariwisata, dengan para ulama yang berpendapat bahwa tempat tersebut adalah situs peninggalan “kaum terlaknat,” sehingga umat Islam diharamkan untuk menziarahinya.

Jumat, 09 September 2011
Teotihuacan
Teotihuacan
Teotihuacan
Sekitar 1500 Masehi, Bangsa Aztec menguasai Meksiko. Bangsa ini memang dikenal kejam, para prajurit memburu manusia untuk dikuliti dan dikorbankan kepada para Dewa mereka. Satu hal yang menarik dari sejarah bangsa ini ialah adanya legenda mengenai suatu kota yang hilang. Kota kuno misterius yang fantastis dengan dipenuhi arsitektur-arsitektur luar biasa bernama Teotihuacan.Chichen Itza (Inca?)
Chichen Itza
Chichen Itza merupakan salah satu bagian dari 7 keajaiban dunia baru. Suatu tempat yang terletak di Yucatan, Meksiko ini merupakan sebuah situs purbakala peninggalan bangsa Maya paling populer dikunjungi oleh para wisatawan manca negara. Bangunan-bangunan yang terkenal dengan keindahan bentuk arsitekturnya tsb dibangun diantara 550-900 M oleh para Itza, salah satu kelompok suku bangsa Maya.
Namun entah mengapa pada abad ke-10 tempat ini ditinggalkan oleh mereka dan sejak saat itu bangsa Maya menghilang secara misterius.
Chichen Itza merupakan salah satu bagian dari 7 keajaiban dunia baru. Suatu tempat yang terletak di Yucatan, Meksiko ini merupakan sebuah situs purbakala peninggalan bangsa Maya paling populer dikunjungi oleh para wisatawan manca negara. Bangunan-bangunan yang terkenal dengan keindahan bentuk arsitekturnya tsb dibangun diantara 550-900 M oleh para Itza, salah satu kelompok suku bangsa Maya.
Namun entah mengapa pada abad ke-10 tempat ini ditinggalkan oleh mereka dan sejak saat itu bangsa Maya menghilang secara misterius.
Ritual Pengorbanan manusia Bangsa Maya Kuno
Selain terkenal dengan ilmu Astronomi dan juga ramalannya, ternyata bangsa Maya Kuno memiliki sebuah upacara persembahan yang cukup sadis, yaitu upacara pengorbanan manusia, yang disebut upacara persembahan darah. Bangsa Maya kuno sepenuhnya yakin bahwa persembahan darah merupakan hal yang mutlak bagi eksistensi manusia dan dewa. Persembahan darah dapat memberikan kekuatan dan kekuasaan yang suci bagi manusia. Dengan sebilah pisau osidian, Raja menoreh organ reproduksinya sendiri, agar darah mengalir ke atas sehelai kertas dalam mangkok. Istri raja juga turut serta dalam upacara ini, mereka akan menggunakan seutas tali berduri yang kemudian ditusukkan ke lidah sendiri. Kertas yang dinodai darah akan dibakar, mereka percaya asap yang terbakar akan berhubungan langsung dengan alam dewata.Piramid El Castillo peninggalan bangsa Maya
Piramid El Castillo peninggalan bangsa Maya
Tahukah Anda bahwa langkah-langkah kaki peziarah yang mendaki tangga sebuah piramid bangsa Maya akan terdengar seperti tetesan air hujan, sedangkan tepukan-tepukan tangan akan berubah menjadi suara cericit burung?
Bangsa Maya Menyingkap Peristiwa Besar
| Bangsa Maya Menyingkap Peristiwa Besar |
| Ditulis oleh Minghui.net, Zhengjian.net |
Dalam sejarah peradaban kuno dunia, bangsa Maya bagaikan turun dari langit, mengalami zaman yang cemerlang, kemudian lenyap secara misterius. Mereka menguasai pengetahuan tentang ilmu falak yang khusus dan mendalam, sistem penanggalan yang sempurna, penghitungan perbintangan yang rumit serta metode pemikiran abstrak yang tinggi. Kesempurnaan dan akurasi dari pada penanggalannya membuat orang takjub! |
Kamis, 08 September 2011
Pakal, Astronot Kuno Bangsa Maya?
Pakal, Astronot Kuno Bangsa Maya?
Pakal, Astronot Kuno Bangsa Maya?
Ditulis oleh Erich von Daniken, dalam bukunya:
In Search of Ancient Gods
Pakal, Astronot Kuno Bangsa Maya?
Ditulis oleh Erich von Daniken, dalam bukunya:
In Search of Ancient Gods
Pakal, Astronot Kuno Bangsa Maya?
Pakal, Astronot Kuno Bangsa Maya?
Ditulis oleh Erich von Daniken, dalam bukunya:
In Search of Ancient Gods
Sebuah ceritera kuno bangsa Maya mengatakan bahwa 10.000 tahun yang lalu mereka berada dalam peradaban puncak. Walaupun para ahli purbakala meragukan kebenaran “ waktu 10.000 tahun yang lalu “ itu dalam tulisan mereka, namun penulis akan tetap menganggapnya sebagai sesuatu yang sangat penting, sebab tidak ada seorangpun yang dapat menjelaskan, dari mana asal bangsa Maya itu dan kemudian kemana perginya mereka itu. Sebab telah dibuktikan, bahwa kota-kota bangsa Maya tidak dihancurkan oleh peperangan atau bencana bencana alam. Kota-kota itu dengan demikian telah ditinggalkan oleh para penduduknya. Bangsa Maya telah lenyap tanpa bekas. Mengapakah mereka telah meninggalkan kota-kota mereka yang hebat, yang telah mereka bangun “untuk bertahan sepanjang masa” dengan balok-balok yang utuh?
Ditulis oleh Erich von Daniken, dalam bukunya:
In Search of Ancient Gods
Sebuah ceritera kuno bangsa Maya mengatakan bahwa 10.000 tahun yang lalu mereka berada dalam peradaban puncak. Walaupun para ahli purbakala meragukan kebenaran “ waktu 10.000 tahun yang lalu “ itu dalam tulisan mereka, namun penulis akan tetap menganggapnya sebagai sesuatu yang sangat penting, sebab tidak ada seorangpun yang dapat menjelaskan, dari mana asal bangsa Maya itu dan kemudian kemana perginya mereka itu. Sebab telah dibuktikan, bahwa kota-kota bangsa Maya tidak dihancurkan oleh peperangan atau bencana bencana alam. Kota-kota itu dengan demikian telah ditinggalkan oleh para penduduknya. Bangsa Maya telah lenyap tanpa bekas. Mengapakah mereka telah meninggalkan kota-kota mereka yang hebat, yang telah mereka bangun “untuk bertahan sepanjang masa” dengan balok-balok yang utuh?
Rahasia Kebudayaan Bangsa Maya
Rahasia Kebudayaan Bangsa Maya
Rahasia Kebudayaan Bangsa Maya Banyak orang pernah mendengar legenda budaya bangsa Maya. Selama ini, kesan sebagian besar orang terhadap bangsa Maya tidak terlepas dari suasana hutan belantara di benua Amerika. Menyinggung tentang bangsa Maya, yang terlintas dalam benak sejumlah orang adalah sekelompok orang Indian yang sekujur tubuhnya mengenakan pakaian bulu warna cemerlang, berputar mengelilingi lingkaran di bawah sinar rembulan melaksanakan upacara misterius, di tengah-tengah berdiri dukun sakti yang berilmu tinggi.
Langganan:
Komentar (Atom)











